Review buku Herr der Diebe (Pangeran Pencuri) karya Cornelia Funke (pengarang Inkheart)

Aku tidak pernah pergi ke luar negeri, apalagi ke Venesia, Italia. Tetapi novel Pangeran Pencuri karya Cornelia Funke sukses membuatku merasa aku sudah tinggal di Verona sekitar 2 bulan, udara dingin musim gugur  mencium wajahku, di tengah – tengah pulau bata yang dibangun di atas laut, dengan air laut yang menjilat – jilati setiap bangunannya. Bersama 5 anak yatim piatu yang tinggal di dalam gedung bioskop bekas bernama STELLA.

Cornelia Funke adalah penulis buku anak – anak dan pra remaja berkelahiran Jerman.   Beliau adalah salah satu penulis sukses yang hampir semua karyanya telah diadaptasi menjadi film layar lebar. Awalnya ia bekerja sebagai pekerja sosial yang bergerak di bidang anak-anak selama tiga tahun, setelah itu Funke memulai kariernya di bidang penerbitan sebagai ilustrator buku anak-anak.Pekerjaannya ini membuat dirinya tergerak untuk menulis sendiri cerita anak-anak dan membuat ilustrasinya sendiri. Kesukaannya membaca buku-buku fantasi seperti Lord of The Ring, The Chronicles of Narnia – CS Lewis, Peter Pan, dll sedikit banyak mempengaruhinya dalam melahirkan karya-karya terbaiknya. Saat ini Funke tinggal di Los Angeles bersama suami dan kedua anaknya. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Inkheart  trilogy. Saya juga menyukai Inkheart (setelah menonton filmnya terlebih dahulu). Tetapi rasa kagumku terhadap Inkdeath tidak sebesar  novel Pangeran Pencuri. Di halam identitas buku ini, kita bisa melihat bahwa buku ini sudah didukung oleh Goethe Institut, asosiasi non-profit Jerman yang beroprasi lebih di lebih dari 159 negara, yang tugasnya membahas budaya dan mempromosikan orang-orang untuk bertukar budaya dan melanjutkan belajar di Jerman.

Premis buku ini benar benar brilian: 2 orang kakak beradik kabur dari Jerman menuju Venesia dari bibi dan pamannya yang kejam. Kakak beradik tersebut nekat pergi ke Venesia karena ibunya selalu menceritai mereka mengenai kota ini. Di sana, mereka bertemu dedngan anak laki-laki kira kira berumur 15 tahun yang meneybut dirinya sendiri sebagai “Pangeran Pencuri”. Pangeran pencuri mengasuh mereka bersama dengan 3 anak yatim piatu lain. Buku ini pantas unutk masuk “all-time favorite books’’-ku.

Mungkin pembaca bertanya-tanya, “apa yang bagus dari buku ini?”. Aku akan memeberi tahu kenapa buku ini pantas menjadi  “all-time favorite books”. Menurutku, buku yang bagus adalah buku yang:

  1. Memiliki plot yang ringan dan mudah dipahami. Aku bukan orang yang suka berlama-lama membaca sebuah buku. Yang aku lakukan adalah membaca buku secepat mungkin, dan setelah selesai, aku mengilhami dan mereka ulang kejadian yang tertulis di buku, di dalam imajinasiku. Plot yang mudah dipahami membantuku untuk menyelesaikan buku lebih cepat. Novel ‘Pangeran Pencuri’ sudah kuselesaikan dalam 2 hari. Pada saat membacanya, aku tidak bisa meletakkan buku itu sampai aku selesai. Plot dan setiap kejadian-kejadian membuatku terus penasaran hingga sampai ke halaman terakhir.
  2. Gambar dan Ilustrasi. Gambar dan ilustrasi bisa diibaratkan seperti kacang atau buah dalam coklat. Tanpa kacang (atau buah), rasa coklat masih terasa OK. Tetapi jika dilengkapi kacang, coklat itu akan terasa seperti….mmm, nirvana, it’ll stuck in your mouth, dan sulit untuk dilupakan. Gambar juga berguna untuk membangkitkan semangat dan rasa penasaran pembaca jika pembaca sudah mulai bosan. Meskipun gambar dalam buku ini diulang-ulang, menurutku itu sudah cukup untuk menjadi poin plus untuk buku ini, terlebih lagi, ilustrasi dalam buku ini digambar oleh pengarangnya sendiri: Cornelia Funke. (nanti gambarnya kuupload deh)
  3. Dialog. Bagiku, dialog merupakan komponen penting dalam sebuah novel, khususnya novel anak-anak. Dialog memeberikanku ‘tempat’ dan ‘peran’ dalam sebuah cerita. Semakin banyak dialog, novel tersebut semakin bagus.
  4. Penjelasan setting dan suasana yang jelas. Buku ini menggambarkan Venesia dengan kalimat-kalimat berikut ini:

    “Musim gugur telah menguasai Kota Rembulan… Permukaan kanal-kanal tampak berkilauan dan dinding gedung-gedung tua pun terlihat keemasan terkena sinar matahari msuim gugur, teteapi angin sedingin es bertiup dari arah laut… Udara di jalanan mendadak beraroma salju, dan matahari musim gugur hanya mampu menghangat kan ujung sayap patung-patung malaikat dan naga di atap-atap gedung”(Hal.1).

    “Lusinan lonceng kaca berdentingan di atas kepala Prosper ketika ia membuka pintu. Sejumlah turis berdesak-desakan di antara deretan rak. Mereka berisik-bisik, pelan-pelan, dengan khidmat, seakan-akan sedang berada di gereja. Mungkin karena lampu-lampu Kristal yang bergantung di langit-langit, atau karena banyaknya lilin yang menyala, meskipun di luar matahari masih bersinar terang” (Hal. 44).

  5. Plot twist. Tidak semua penulis bisa membuat pembacanya meloncat dari sofa atau menahan nafas paling tidak selama 5 detik. Bagi pembaca yang baru memulai buku ini, bersiap siaplah tanhan nafasmu selama 6 detik karena kau akan mendapat plot twist yang cukup mencengangkan di dalam buku ini!
  6. Pesan Moral. Buku ini mengajarkan kita cara untuk menghadapi pengkhianatan dari seorang sahabat, dan juga untuk selalu menyayangi saudara.

 

Selain itu, Cornelia juga berhasil membawa plot cerita tidak hanya sekedar catatan perjalanan untuk ikut campur tangan ke dalam character development. Mrs. Funke membuat pembacanya peduli terhadap para protogonis yang karakternya warna-warni, dan rasa simpati yang dilakukan karakter Victor Getz. Penerjemah Hendarto Setiadi juga merupakan sebuah asset, mengubahnya dari bahasa Jerman ke bahasa Indonesia secara akurat dan halus.

Buku ini aku rekomendasikan untuk para penggemar Harry Potter, Coraline, dan The Girl Who Could Fly, and any “orphan themed” novel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s