Review Pulpen Rotring bekas yang dibeli di Bukalapak

Halla! Akhir-akhir ini reviewnya didadak:( waarom? karena tiap review, aku selalu menulisnya dulu di buku agenda, kemudian pengetikan, lalu editing, yang terakhir baru post deh! Review ini aku tulis menggunakan Rotring Isograph 0.8 lho! Padahal kan pulpen ini buat menggambar ya, bukan nulis hehe.

Buat yang suka gambar pake bolpoin atau drawing pen, pasti paham kan rasanya kalo tinta udah macet, ujung pena tenggelem, dsb. Nah karena alasan itulah aku beli drawing pen yang bisa direfill! Eh tapi drawing pen manusia salju kan emang bisa direfill? Ah, aku udah pernah nyoba metode refill yang dari internet itu lho, mungkin kalian juga udah baca. Hasilnya, tintanya itu malah keluar di pinggir-pinggir tip pen. Bukan di ujungnya. Atau mungkin aku ngisinya ga bener ya, tintanya dijejelin secara berlebih. Wallahuallam lah ya.

Lagian kalau pake disposable pen rasanya kurang ramah lingkungan dan capek harus bolak-balik ke toko alat tulis yang lumayan jauh (kalau ingin mendapatkan harga terbaik).

Pulpen rOtring ini kubeli seharga 240 ribu (udah termasuk diskon) di BL. Plus tinta. Aku ga tau persis sih harga di konternya berapa. Ada harga ada kualitas kan? Yowes. Sebenarnya Faber Castell juga mengeluarkan technical pen yang bisa diisi ulang. Tapi ga tau bisa dibeli di mana tah.

Setelah barangnya sampai, ternyata pulpen ini emang beda jauh mekanismenya dengan drawing pen yang biasa dipake. Kalau biasanya, mau ngebuka tutup drawing pen bisa dengan menarik tutupnya langsung. Kalo rOtring? tutupnya diputer dulu kaya mau buka tutup botol. Kadang-kadang aku suka kelupaan cara ngebuka pulpen ini.

Rasa ujung penanya juga beda. Ujung pen rOtring mempunyai tip yang seperti tombol, berfungsi sebagai katup tinta. Kalau aku mau menggambar dengan pen ini, aku harus benar-benar menekan pulpen. Berbeda dengan drawing pen biasa yang tipnya terbuka setiap saat. Hasilnya, efek stroke fading tidak akan didapat jika menggunakan pen ini. Tapi stroke dalam membuat garis lurus cenderung lebih mantap. Tidak ada efek dying stroke jika menggunakan pen ini.

Untuk mengisi tintanya, puter bagian pulpen yang biasa menjadi tempat jari beristirahat (atau lebih gampangnya bagian pulpen yang terdapat ukuran mata penanya). Setelah itu, nanti akan ada tube plastik pendek. Untuk memindahkan tinta ke tube, tinggal tarik aja tube tersebut lalu isi dengan tinta deh. Jangan sampai benar-benar penuh ya. Sisakan sedikit ruang kososng untuk memasang kembali tubenya. Kocok pelan-pelan. Kalau lupa tutorial ini bisa lihat kertas panduan yang akan ada di dalam dus rOtring. Oh iya, kalau tintanya sudah habis, cuci dulu pennya sebelum melakukan refill.

Nah, kalau yang bagian ini aku ga tau ini kesalahan previous owner atau gimana. Karena, pas aku isi pake tinta bonus, hasil stroke-nya berwarna abu-abu. Rasanya kaya dicampur dengan air, tintanya encer banget.

Kemudian aku melakukan hal yang sangat tidak dianjurkan, yaitu mengisi rOtring dengan chinese ink. Eh hasilnya kok jauh beda ya?

20171009_185007

UPDATE:

GAAAH, baru dipake nulis 5 halaman, rOtringnya macet. Terus aku balikin lagi tintanya jadi tinta rOtring. Hmm, meskipun warnanya abu-abu, hasil goresannya ga macet sama sekali. Ada apakah gerangan?

 

Tags: cara refill rOtring, cara refill drawing pen, testimoni rotring technical pen, testimoni rotring isograph, review rotring, review rotring isograph

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s